Abraham Samad Idolakan Pejuang Palestina

Dr Abraham Samad terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2016.
Siapa dia, tak banyak terungkap ke publik, selain dia adalah Akltivis para legal hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Koordinator Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel sejak 1999 hingga 2011.

Abraham lahir di 27 November 1966. Usianya kini 44 tahun. Dia adalah anak “kolong”, anak perwira menengah tentara TNI, almarhum TNI pejuang, Andi Samad. Ibunya adalah Hajjah Sitti Maryam

“Saya ini anak kolong, anak tentara. Almarhum bapak saya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang,” kata Abraham, kepada Tribun, menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tuanya atas amanah ini.

Abraham, sempat menjawab telepon Tribun, sekitar 20 menit setelah dia terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2011-2015.
Meski besar dari keluarga yang taat beribadah dan ketat dalam budaya dan tradisi Bugis-Makassar, masa sekolah menengah Abraham justru dihabiskan di sekolah SMA Katolik Cenderawasih, Makassar.

“Bapak tentara, jadi serba ketat, jadi disekolahkan di dekat asrama,” kata Abraham pria oleh teman-teman sepermainannya akrab disapa Openg ini.

Abraham menghabiskan masa remaja di barak tentara, di sebalah barat Kota Makassar. Asrama TNI Cenderwasih dan Mattoanging. Meski keluarganya tak tinggal di Asrama TNI.
Pertangahan dekade 1990-an saat masih aktif di LBH dan beracara, dia menikahi dengan Indriani Kartika, yang juga almunus Fakultas Sastra Unhas. Abraham adalah alumnus Fakultas Hukum Unhas angkatan 1987, dan pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Hukum Unhas.
Istrinya adalah putri Brigjen (Purn) Juritno, mantan Bupati Mamuju, saat masih bergabung dengan Sulsel. Bapak mertuanya, terakhir menjadi pati di Markas Besar TNI AD.
Sejak tahun 1997, Abraham aktif melakukan advokasi dan pembelaan hukum. Melalui organisasi ACC yang didirikan oleh Asmar Oemar Saleh, seorang praktisi hukum. Abraham lalu menjadi koordinator, setelah Asmar diangkat menjadi staf ahli di kementerian hukum dan HAM.
Di sela-sela berpraktik hukum, tahun 1998, Abraham sempat masuk menjadi salah seorang perintis Partai Amanat  Nasional (PAN) bersama praktisi hukum dan akademisi Makassar. Dia juga sempat jadi calon anggota legislatif dari PAN untuk DPRD Provinisi Sulsel. Tahun 2004, Abraham juga coba bertarung untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan masuk 8 besar dari 4 yang terpilih.
Sehari-hari, Abraham menjadi praktisi hukum. Dia berkantor di  salah satu ruangan Rumah Sakit Islam Faisal, yayasan kesehatan milik keuarga Kalla. Dia jadi konsultan hukum rumah sakit ini. Istrinya, yang merupakan sarjana sastra Prancis Unhas, juga membuka butik Kartika, bagi para hijabers, di depan rumah mertuanya di Jl Mappala, Makassar.
Berlatar belakang aktivis kampus, mantan Ketua Senat Fakultas Hukum dan ketua BEM Universitas di Unhas. Abraham termasuk dekat dengan aktivis dan pejuang kebebasan  pers.
Saat ada wartawan atau jurnalis yang mendapat gugatan dengan narasumber, Abraham selalu berada di depan untuk memberikan pembelaan. Saat koalisi jurnalis Makassar digugat Kapolda Sulsel Irjen Pol Sisno Adi Winoto, Abraham masuk salah satu tim pembela dan memberi kesaksian.
Abraham juga kerap beberapa kali membongkar kasus-kasus korupsi kakap yang melibatkan pejabat Sulsel, baik eksekutif dan legislatif.
Abraham mulai menjadi perhatian, media setelah menjadi pembela beberapa terdakwa Bom Makassar, Kaharuddin dan Muhtar Dg Lau, dan pernah ikut membela terdakwa teroris Agus Dwikarna, yang ditangkap dan masih ditahan pemerintah Philipina tanpa pengadilan jelas.
Dalam keseharian, Abraham banyak membaca buku-buku perjuangan dan tokoh pejuang. “Dari pejuang, saya belajar nilai dan semangat serta cara mencapai tujuan,” katanya.
Buku para pemikir Muslim Sunni Syiah,. juga masih sempat di luangkan dibacanya.
Bahkan, saking terobsesinya dengan para pejuang negara-negara tertindas, seperti Palestina, dia menamai anak tertuanya lelakinya dengan Yasin Rantisi Ravsanjani. “Yasin Rantisi itu, inspirator pejuang Palestina, semangatnya untuk memberi keadilan dan meperjuangkan hak rakyat begitu dikenang, setidaknya semangatnya bisa dimiliki anak saya,” kata Abraham.
Anak keduanya, adalah Natashya Abraham, masih sekolah di SD kelas 1. Sedangkan Yassin sekolah di SD Al Azhar, Makassar.
Abraham kuliah program magister hkukum mulai tahun 2000. Sedangkan program doktor Dia pun kemudian melanjutkan studi hingga doktor di universitanya diselesikan di lembaga yang sama, PPs Unhas, dengan penelitian lembaga pemberantasan korupsi di Malaysia. (thamzil thahir)

Dr Abraham Samad MH
Lahir: Makassar 27 November 1966
Pekerjaan: Pengacara
Pendidikan: SMA Khatolik Cenderwasih Makassar
S1    : Fakultas Hukum Unhas
S2    : Pps Magister Hukum Unhas
S3      : Pps Magister Hukum Unhas

Ayah: Mayor Purn Andi Samad (alm)
Ibu     : Hajjah Sitti Maryam
Istri    :  Indriani Kartika
Anak:  Natasyah Tahirah (11)
M Yassin Rantisi   (6)

sumber : makassar.tribunnews.com

Satu Tanggapan to “Abraham Samad Idolakan Pejuang Palestina”

  1. Allhu Akbar….!! semoga perubahan yg smakin baik dtubuh kpk akn terbukti oleh bpk Abraham samad,, tunjukan semangatmu pak spt para pejuang palestina dlm m”bebaskan tnh suci,..////

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: